Langsung ke konten utama

How to Organize: your Binder

Assalamualaikum Warohmatullah,
Kali ini saya akan bagi-bagi tips lagi tentang hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan persekolahan yang alhamdulillah sudah saya rasakan manfaatnya tersendiri, dan saya ingin orang lain juga bisa merasakan manfaat yang sama

Yaitu...
Bagaimana cara saya mengorganisir (menata) binder saya

Walau selama kelas 10 dan 11 saya pakai buku tulis biasa,
Kelas 12 ini saya memutuskan pakai binder,
Alasan saya yang pertama, biar bisa disusun sesuai kebutuhan kita
Yang kedua, biar praktis, karena semua catatan ada di satu tempat, ga berceceran
Yang ketiga, skeptis saya yang berfikir "Kalau pake binder kertasnya, tipis, saya kan sukanya pake pulpen gel, nanti tembus" ternyata terbantahkan. Asal beli kertasnya yang merk lumayan lah macam Kenko, ga akan nembus.
Jadi saya memutuskan pakai binder tahun ini.

And alhamdulillah everything is going so well:)

Awalnya saya kesulitan mencatat di binder,
Tadinya cara saya nulis, saya bagi 2 kertasnya dengan maksud biar hemat. Kalau di mic.word semacam 2 coloumns gitu.
Jadi nulisnya dari sisi kiri ke bawah, lalu  kanan atas lagi ke bawah.
Tapi ternyata cara itu ga efektif somehow buat saya,
jadi akhirnya saya nulis yaa biasa aja kertasnya ga dibagi dua,
jadinya semacam ini:

Ga apa-apa lah walau ga hemat kertas yang penting rapi dan enak dilihat.

Okay,
Sekarang kita masuk ke penataan binder yaaa

Binder saya dari Bantex
Waranya teal atau di sini disebut tosca sepertinya.

Hal.I
Begitu dibuka halaman pertama, inilah penampakannya:


Jadi di sisi kiri binder, ada plastiknya foldernya yang biasa anak-anak taro kertas-kertas tugasnya, namun saya punya map terpisah untuk naro kertas-kertas tugas jadi,
saya taro piece of art yang saya gambar sendiri hehehehe dan ada nama saya di atasnya, agar orang tau, itu milik Nafla Sasqia Putri in an artistic way hehehe. Okay, weird.
Btw, bunga matahari adalah bunga kesukaan saya, selain karena Nafla berarti sunflower, bunga matahari juga enak dilihat dan kesannya bahagia aja entah kenapa. Even weirder.

Di halaman pertama binder saya, saya letakkan jadwal pelajaran saya di sana.
Saya taronya pake post-it, karena jadwalnya sering berubah-ubah,
jadi kalo jadwalnya berubah ga usah robek kertasnya, tinggal cabut post-it nya.
Selain efisien, biar nambah warna juga, mood enhancing.


Hal II.
Di halaman selanjutnya,
saya taro to do list tentang apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya beli, apa PR dan tugas terdekat, materi apa yang belum saya kuasai, dan sebagainya.
Reminder aja.



Hal III
Di halaman ketiga ini sudah ada pembatas pertama yang berjudul to be done.
Jadi di bagian ini, saya naro catetan yang belum selesai dan harus saya selesaikan.
Misalnya catatan geografi-industri belum selesai,
ga akan saya masukin dia ke folder "geografi" sampai catatan itu benar-benar finish.
Pokoknya ini tempat transitnya catatan yang belum sempat saya selesaikan entah karena malas atau alasan syar'i lainnya hehe

Pembatas "to be finished"

Catatan saya yg blm selesai



Pembatas Per-Mata Pelajaran
Setelah section to be done,selanjutnya sudah masuk pembatas mata pelajaran
Sebaiknya sih dinamakan permata pelajarannya,
tapi saya sudah sangat hafal kalau kuning untuk ekonomi, merah untuk geografi, oranye untuk sosiologi, biru untuk matematika, biru muda (ga keliatan) untuk english, dan hijau muda (ga keliatan) untuk bahasa ;)



















(Inside-Look: Isi catatan)
Nah, di bawah ini adalah pembatas merah yang artinya: section Geografi.
Untuk membatasi setiap babnya,
Saya pake kertas tak bergaris yang saya bagi 4 bagian, untuk menjadi pembatas bab nya. Liat contohnya di bawah:




Jadi kan hemat kertas, satu kertas polos bisa dijadikan empat batas bab. dan ga bikin binder tambah berat juga.


Halaman Paling Belakang (Galleries)
Nah, ini adalah yang saya sebut galleries.
Di plastik folder paling belakang juga ga saya taro kertas-kertas tugas, tapi saya isi alat-alat yang saya butuhkan selama mencatat,
seperti post-it, label (saya kalo males pake tip-x, saya tempel label supaya cepet), penggaris, dan panah-panah penanda itu.
Saya ga naro mereka di tempat pensil, biar lebih efisien aja.
Kan cepet tuh, tinggal buka halaman belakang, dan ambil apa yang dibutuhkan.
















...................................................................................................................................................................

Yaa teman-teman,
begitula cara saya menata binder saya.
Alhamdulillah sejauh ini semuanya berjalan efektif dan lancar dengan sistem penataan yang seperti ini.
Semoga banyak manfaat yang bisa diambil yaaaaa..

Wassalamualaikum warohmatullah

Komentar

  1. Ka nafla, rapih bgt catetannya..
    anyway,Kenapa enggak mengaplikasikan mind mapping di materi perbab ?? bukankah lebih efektif
    atau ada alasan lain ?
    answer please :)

    BalasHapus
  2. Mau nanya. Saya orgnya gasuka ribet. Ada saran lain gak? Makasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivational Story!! by ardelia-putri.blogspot.com: Menuju Ilmu Komunikasi UI (Part 2/2)

Lanjutin part sebelumnya ya! Sekarang gue pengen ngasih tau gimana ceritanya setelah gue tau apa yang gue mau: Ilmu Komunikasi UI. Gue gak sadar kalo ternyata ibarat novel, saat ini dan kedepanlah yang menjadi inti ceritanya. Sementara part sebelumnya, yang bagi gue udah cukup dipenuhi segala baper dan patah hati *wedee*, ternyata cuman seperti prequel. Saat liburan kenaikan kelas 3, sama seperti anak-anak lainnya gue daftar bimbel. Ada 2 bimbel yang gue paling sering denger diomongin orang-orang: Inten dan BTA (ga sama sekali berarti bimbel diluar itu jelek, semua bimbel punya nilai plus minusnya masing-masing. Tergantung muridnya sendiri mau memanfaatkan segala sarana yang udah ada atau ngga.) Dan ga jauh dari SMA 28, kedua bimbel itu ada dengan jarak yang berdekatan. Maka dari itu, suatu hari minggu gue dan nyokap pergi kesana untuk liat dan nanya-nanya. Kita datengin inten lebih dulu, karena lebih sesuai arah. Pas baru dateng,  buset , gue pikir. Tempatnya sereeem bener. Waktu itu

SNMPTN Undangan: Universitas Indonesia - Ilmu Hubungan Internasional (Part 2: Mitos SNMPTN and questions answered)

SNMPTN to HI-UI Alhamdulillahirobbil'alamiin, segala pujian tercurah pada Rabb Mahacinta Allah SWT, Karena ini bukan cerita tentang perjuangan dan usaha saya, Ini bukan cerita tentang betapa kerasnya belajar saya, Tapi betapa Mahasayangnya Allah kepada butiran jas-jus macam saya ini yang diberinya sepasang sayap untuk terbang meraih mimpi HERE WE GO 1. Kak, kak, kalo mau undangan nilai sama rankingnya harus naik terus ya? 2. Kak, kak, kalo mau undangan harus punya banyak sertifikat ya? 3. Kak, kak, kalo mau undangan ke HI-UI harus bisa bahasa Inggris ya? 4. Kak, kak, kakak mau masuk HI pasti mau jadi diplomat? 5. Kak, kak, kakak daftar PPKB UI gak? 1. Dek, dek, jujur aja nilai dan ranking aku fluktuatif.  Nilai yang diambil untuk diseleksi masuk kuota SNMPTN adalah rata-rata semua mata pelajaran dari semester tiga sampai semester lima, yang diranking sejumlah angkatan. Jadi: jumlah  x̄ smst  3 +  x̄ smst 4  +  x̄ smst 5  dibagi 3 terus dirank